Open post

Menilik Kelebihan dan Kisaran Harga Elektronik Bekas yang Bisa Anda Jadikan Referensi

Beberapa orang memiliki alasan khusus mengapa lebih memilih belanja elektronik bekas dibandingkan dengan yang baru. Elektronik memang sebuah perangkat pintar yang apabila dirawat dengan baik otomatis umurnya semakin panjang. Harga perangkat elektronik bervariasi, beberapa bisa didapatkan dengan dana puluhan ribu namun bisa pula mencapai angka jutaan. Akan tetapi jangan berkecil hati untuk melengkapi kebutuhan elektronik di rumah ketika budget tergerus berbagai kebutuhan. Bisa mengandalkan layanan kredit untuk setiap belanja elektronik atau memilih versi bekas.

Kelebihan Membeli Elektronik Versi Second

Belanja elektronik dalam kondisi bekas atau second bukanlah keputusan yang salah kaprah, dalam situasi tertentu asal pilihan yang diambil masih bagus maka menjadi benar. Terlebih dengan memilih elektronik berstatus bekas ini bisa membuka kesempatan mengantongi beberapa kelebihan berikut:

  • Membantu efisiensi dalam bekerja,

Membeli elektronik kondisi bekas bisa membantu untuk lebih efisien dalam bekerja, sebab menggunakan perangkat sesuai kebutuhan. Fitur dari elektronik yang dijual dalam kondisi bekas tentu tidak selengkap dan tidak semodern elektronik produksi terbaru. Namun, justru dengan fitur lebih terbatas efisiensi dalam bekerja dan belajar lebih terasa sebab fokus menyelesaikannya dibanding bermain disela bekerja.

  • Menghemat budget secara optimal,

Biaya yang dikeluarkan untuk membeli elektronik bekas sudah tentu lebih terbatas dibanding harus membeli yang baru. Beberapa jenis elektronik malah antara harga baru dan bekas terpaut sangat jauh, misalnya saja untuk kulkas. Jika membeli baru minimal menyediakan budget Rp 1.5juta, jikalau membeli yang bekas dua kali lebih murah sekitar 500 ribuan saja. Efisiensi biaya akan menjadi lebih mudah terutama jika memang pada saat belanja elektronik terpentok masalah anggaran.

  • Membantu meminimalkan sampah di lingkungan,

Setiap tahunya ada ribuan ton elektronik yang berakhir menjadi sampah padahal sampah dari barang elektronik tentu tidak bisa diuraikan. Anda bisa memilih membeli elektronik versi bekas untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan. Mulailah menimbang belanja elektronik bermerek meski bekas sehingga awet meski tidak digunakan sejak kali dirilis oleh pabrik pembuatnya. Tindakan ini bisa mencegah elektronik tersebut masuk ke gerobak sampah, sehingga bisa menekan produksi sampah meski skalanya terbilang sangat kecil.

  • Membantu pemilik elektronik sebelumnya,

Pemilik elektronik sebelumnya sudah tentu memiliki alasan tersendiri untuk menjual salah satu atau beberapa elektronik yang dimiliki. Mulai dari alasan butuh uang tunai, perlu mengosongkan salah satu ruangan, atau karena sudah membeli elektronik baru. Apapun alasan tersebut tentu pihak penjual menghendaki adanya pembeli yang siap mengadopsi elektronik yang sebelumnya selalu dipakai. Artinya, ketika Anda memutuskan untuk membeli elektronik bekas maka sudah melakukan salah satu amal yakni membantu pemilik elektronik sebelumnya supaya apa yang dijual segera laku dan membuat perasaan mereka nyaman.

Open post

Waspada Resiko Membeli Barang Elektronik Bekas

Memang tidak bisa dipungkiri, harga pada barang elektronik yang canggih memang masih dalam harga yang sangatlah mahal, oleh sebab itu, wajar saja jika diantara para masyarakat yang rela membeli elektronik bekas hanya untuk mengikuti perkembangan jaman, selain hal itu pun sebelum kamu membeli barang bekas, baik berupa elektronik atau yang lainnya, maka alangkah baiknya jika kamu memperhatikan keuntungan serta kerugiannya, agar kamu tidak menyesal nantinya.

Baca juga: HARGA ELEKTRONIK BEKAS 2017

Inilah keuntungan dari membeli elektronik setengah pakai atau bekas, yaitu sebagai berikut ini:

  • Biayanya Jauh lebih murah.

Inilah hal utama yang menjadikan masyarakat membeli barang elektronik setengah pakai karena harga nya akan jauh lebih murah jika di bandingkan dengan harga elektronik yang baru.

  • Tidak harus yang baru.

Untuk memiliki barang yang memiliki harga mahal pun juga tidak harus membelinya dengan yang baru, selagi masih ada cara lain-lain, mengapa tidak?

  • Baik untuk lingkungan.

Membeli barang elektronik yang bekas pun juga akan membantu kamu untuk jauh lebih baik dalam hal menjaga lingkungan.

Selain keuntungan dari membeli barang elektronik bekas yang ada di atas, maka kamu pun juga wajib mengintip kekurangan dari membeli barang elektronik setengah pakai, yaitu sebagai berikut ini:

  • Tidak ada jaminannya.

Pembelian barang secara bekas kamu akan mendapatkan garansi yang terbatas, sehingga tidak ada jaminan dalam waktu yang panjang.

  • Sulit untuk memeriksa.

Barang bekas memang sulit untuk di ketahui keadaan dalamnya, terlebih lagi bagi kamu yang tidak ahli di bidangnya, sehingga tetaplah berhati-hati dan telitilah sebelum memberi keputusan.

  • Umur tidak diketahui.

Untuk barang bekas, kita tidak akan pernah tahu kerusakan yang pernah terjadi serta berapa umur yang dapat bertahan untuk tetap berada dalam keadaan yang stabil.

Memang dalam hal membeli sebuah barang bekas perlu adanya pertimbangan yang sangatlah matang antara keuntungan serta kerugian yang nantinya akan di dapatkan, dengan begitu sebelum kamu memutuskan untuk membeli barang elektronik yang bekas, maka kamu bisa untuk mempertimbangkan segalanya dengan sebaik mungkin agar kamu tidak merasa kecewa di kemudian hari nantinya. Dengan pemikiran yang matang, maka kamu akan dapat membuat keputusan apakah kamu akan membelinya atau menundanya hingga uang kamu terkumpul.

Dalam hal mengikuti perkembangan teknologi yang selalu meningkat dari masa ke masa merupakan suatu hal yang wajar apabila banyak orang yang mengikuti perkembangan teknologi. Sedangkan dengan harganya yang bisa dikatakan memang tidaklah murah menjadikan para masyarakat rela untuk membeli barang elektronik bekas karena memang keterbatasan pada biaya, sehingga membeli bekas merupakan jalan terbaik untuk memiliki barang yang diinginkannya dan dapat mengikuti pada perkembangan teknologi.

 

Open post

Trik & Tips Membeli Elektronik Bekas (TV)

Elektronik bekas –  Kerap kali kadang seseorang sering mengalami kebingungan ketika hendak membeli barang elektronik bekas, dalam hal ini adalah televisi. Memang membeli televisi bekas berbeda dengan membeli televisi yang masih baru. Kalau membeli televisi bekas anda harus melihat beberapa hal seperti fitur dan spesifikasinya.

Di bawah ini kami akan bagikan trik & tips membeli elektronik bekas dalam hal ini televisi yang siapa tahu bisa membantu Anda dalam menentukan televisi terbaik, walaupun bekas sekalipun.

Baca juga: HARGA ELEKTRONIK BEKAS 2017

  1. Jangan lupa untuk mengecek warna cacat yang kita maksud adalah jika terlihat objek teks di layar monitor dan diselah-selahnya timbul warna yang meleber , jika begini maka sudah bisa kita pastikan CRT sudah tidak bagus/ mulai lemah. Untuk melanjutkan proses pembelian mesti mikir lagi mengingat waktu pakai bisa saja menjadi singkat/ tidak lama.
  2. Hal berikutnya adalah periksa proses tuning/ present untuk search dengan posisi auto ? Lihat hasilnya apakah semua gelombang pemancar bisa disimpan dengan baik. Terkadang di beberapa merk televisi bisa menyimpan dengan proses manual dan cara ini bukan seharusnya, jika diterapkan biasanya penerimaan gambar bisa tergeser.
  3. Kekurangan layar datar

Layar datar memang memiliki gambar yang indah, tapi suaranya sebagian besar kurang bagus. Jika Anda tidak mampu membeli sistem audio mahal, dapatkan speaker eksternal

  1. Televisi 3D

Jangan gampang tergiur oleh TV berteknologi 3 dimensi. Karena tak ada konten untuk teknologi itu. Apalagi Anda masih harus memakai kacamata aneh.

  1. Trik pencahayaan toko

Televisi di toko diletakkan pada tingkat keterangan untuk menarik mata Anda. Sesuaikan cahaya dengan kondisi rumah.

  1. Pengiriman TV

Usahakan TV Anda dikirim dan diinstal pada hari yang sama. Jika ada jeda antara pengiriman dan penginstalan, dikhawatirkan akan ada sesuatu yang salah dan kita dikatakan sebagai pihak yang menyebabkan masalah.

  1. Garansi

Jika Anda memutuskan untuk memperpanjang garansi, tanyakan apakah garansi termasuk servis di rumah atau Anda harus membawanya ke suatu tempat, itu tentu akan memakan biaya lagi. Juga, tanya apakah garansi mencakup masalah seperti pengganti power-supply.

  1. Simpan kemasan TV

Jika Anda menemukan sesuatu yang tidak beres dan harus mengambalikan barang ke produsen, Anda tak akan kerepotan meminta garansi.

  1. Ukur Ruangan Anda

Sebelum beli TV ada baiknya melihat kondisi ruangan dulu, sekarang ini banyak sekali rumah-rumah sederhana yang membeli TV yang besar misal 24 inc, 32 inc yang malah berakibat buruk bagi kesehatan mata

Semoga info tips memilih elektronik bekas di atas bisa bermanfaat bagi Anda dan bisa Anda jadikan bahan referensi terbaru Anda.

Open post

Harga Elektronik Bekas 2017

Elektronik bekas —- Jika Anda saat ini sedang mencari informasi segala model elektronik second, terbaru kami telah list daftar lengkapnya di bawah ini yang bisa anda jadikan referensi terbaru.

Berikut daftar lengkap harga elektronik bekas 2017:

Baca juga: KIAT SUKSES USAHA DENGAN HARGA BARANG ELEKTRONIK SECOND

Mesin alat pijat

Harga Rp 550.000

Remote Serbaguna

Harga Rp 1.500.000

Mesin Cuci Mini

Harga Rp 400.000

Samsung 32 Inch HD Ready Flat LED Analog TV 32K4100

Harga Rp 1.300.000

Mesin Sedot Debu Untuk Mobil

Harga Rp 200.000

Dispenser

Harga Rp 500.000

Tape stereo set

Harga Rp 835.000

Oxone Garment Steamer OX-839

Harga Rp 850.000

Samsung UA32J4303 LED TV 32 Smart TV – Hitam

Harga Rp 1.300.000

Samsung 32 LED TV UA32FH4003 – Hitam – FREE ONGKIR

Harga Rp 1.300.000

TV LED SAMSUNG 40 INCHI

Harga Rp 2.500.000

Mosquito Killer Night Lamp

Harga Rp 250.000

Remote Smart Tv Lg Original

Harga Rp 150.000

TV LED SAMSUNG 40 INCH 40J5200 FULL HD

Harga Rp 2.000.000

Lampu Sorot

Harga Rp 395.000

SAMSUNG 55″ Full HD Curved Smart TV 55K6300

Harga Rp 10.000.000

Tefal Food Warmer Or Steamer

Harga Rp 1.100.000

Mini USB Speaker

Harga Rp 100.000

Adaptor Travel

Harga Rp 25.000

Printer Epson Stylus C45

Harga Rp 150.000

SAMSUNG LED TV 32 Inch – UA32FH4003 – Hitam

Harga Rp 1.300.000

Lampu Meja

Harga Rp 300.000

TV LED Samsung 46 Inchi HD

Harga Rp 1.900.000

Kipas Angin Midea

Harga Rp 465.000

Elegiant Mini LED Projector Portable WIFI

Harga Rp 725.000

Stabilizer 5000 VA

Harga Rp 1.800.000

Switch D-Link DES-1024A, 24 port

Harga Rp 300.000

HP Printer Deskjet 1010

Harga Rp 500.000

Glue Gun Joer S 602

Harga Rp 72.000

Faxcimile Panasonic

Harga Rp 1.300.000

Tembakan Lem Stick Glue Gun V-Tec 608 60W

Harga Rp 78.000

LG DVD Player With Karaoke (DP 547)

Harga Rp 550.000

Ac 1/2 Pk Politron Low Watt

Harga Rp 1.900.000

Sony Bravia 26 in. KLV-S26A10

Harga Rp 1.500.000

HTM-2 HP Tweeter tanduk VINTAGE

Harga Rp 350.000

Panasonic Shaver

Harga Rp 1.700.000

AC Panasonic 1/2 PK Low Watt Plus Pasang

Harga Rp 1.800.000

Sharp AQUOS LC40D78UN 40-inch 1080p LCD TV

Harga Rp 1.200.000

Telepon Rumah Wireless

Harga Rp 390.000

Avometer Digital METRIX MX 57EX

Harga Rp 8.500.000

Kursi Pijat Advance Ichiro

Harga Rp 20.000.000

Teko Listrik/Electric Kettle KRIS

Harga Rp 250.000

TV LCD MERK TCL

Harga Rp 1.500.000

Printer HP 4645 Deskjet Ink Advantage All in One

Harga Rp 1.500.000

Cover Mic / Sarung Mic Karaoke

Harga Rp 62.000

Showcase

Harga Rp 12.000.000

Catatan:

  • Harga elektronik bekas di atas bisa berubah sewaktu-waktu.

  • Data di atas sesuai dengan perkembangan harga pasar elektronik second

Open post

Tips Membeli Barang Elektronik Bekas

Keberadaan alat elektronik seakan sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Hampir di setiap rumah di Indonesia memiliki barang elektronik, baik yang fungsinya untuk meringankan pekerjaan sehari-hari hingga yang berfungsi sebagai hiburan selepas bekerja. Beberapa peralatan elektronik yang umum digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia di antaranya adalah televisi, setrika, alat memasak nasi elektronik, kulkas, dan berbagai barang elektronik lainnya. Saking pentingnya keberadaan alat elektronik, bahkan tidak jarang masyarakat Indonesia yang harus membeli alat elektronik dengan sistem kredit, dan tidak sedikit pula yang membeli elektronik second atau bekas pakai, padahal membeli peralatan elektronik yang bekas pakai tidak sepenuhnya aman dan bahkan rentan rusak. Berikut ini akan dibahas mengenai tips membeli barang elektronik bekas agar tidak kecewa setelah membeli.

Membeli Alat Elektronik Bergaransi

Meskipun harus membeli elektronik bekas, pastikan bahwa alat elektronik tersebut bergaransi, sehingga jika terjadi sesuatu pada alat elektronik tersebut, ada jaminan alat elektronik tersebut untuk dikembalikan atau diservice secara gratis. Seandainya pihak penjual tidak memberikan garansi secara resmi, misalnya karena masa garansi di toko tempat membeli alat elektronik tersebut sudah habis, mintalah garansi secara lisan bahwa seandainya alat elektronik tersebut rusak dalam jangka waktu sebulan setelah membeli, maka kesepakatan transaksi jual beli tersebut bisa dibatalkan. Pihak pembeli juga bisa meminta model garansi lainnya.

Memastikan Tanggal Membeli dan Masa Pakai

Ketika harus membeli alat elektronik yang bukan baru dari tokonya, pastikan bahwa Anda mengetahui tanggal beli si pihak pertama tersebut untuk mengetahui masa pemakaian alat elektronik tersebut. Misalnya, jika alat elektronik tersebut sudah dipakai selama dua tahun, maka Anda tentu dapat memperkirakan harga yang pantas untuk alat elektronik tersebut. Selain itu, Anda juga akan memiliki pertimbangan mengenai berapa lama lagi masa pakai normal alat elektronik tersebut sebelum rusak. Umumnya, sebuah alat elektronik skala rumah tangga memiliki masa pakai rata-rata lima tahun hingga tujuh tahun untuk pemakaian normal.

Memastikan Onderdilnya Masih Asli

Tanyakan kepada pihak penjual, apakah alat elektronik tersebut sudah pernah rusak atau diganti onderdil sebelumnya. Jika alat elektronik tersebut sudah pernah diganti onderdil, tanyakan apakah onderdil penggantinya adalah asli sesuai dengan merk barang elektronik tersebut atau onderdil yang bajakan. Hal itu perlu dipertanyakan sebab biasanya pihak pembeli tidak sempat untuk melihat bagian dalam atau mesin alat elektronik yang akan dibelinya.

Selain tips-tips yang disebutkan di atas, ketika membeli sebuah alat elektronik bekas, sebaiknya membeli dari tangan pertama, jangan melalui penadah atau toko elektronik second. Pertimbangkan juga alasan orang tersebut menjual barang elektronik tersebut, jika alasannya sedang membutuhkan uang, biasanya alat elektronik tersebut kondisinya masih bagus.

Open post

Alasan Mengapa Sebaiknya Tidak Membeli Elektronik Bekas

Keberadaan barang elektronik seakan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi orang Indonesia. Hampir setiap rumah tangga di Indonesia memiliki barang elektronik, entah itu televisi, kulkas, magic jar, dan berbagai alat elektronik lainnya. Ketergantungan orang Indonesia akan keberadaan alat elektronik sudah sedemikian besar. Orang Indonesia rela melakukan kredit alat elektronik demi menikmati manfaat dari alat elektronik rumah tangga. Bahkan, tidak sedikit pula yang rela membeli alat elektronik bekas demi memenuhi kebutuhan atau keinginannya untuk memiliki alat elektronik tertentu. Padahal, alat elektronik yang bekas pakai sebenarnya rentan rusak. Membeli alat elektronik yang bekas pakai sangat tidak dianjurkan dengan berbagai alasan. Berikut ini adalah alasan mengapa sebaiknya membeli alat elektronik yang baru saja, jangan membeli yang bekas.

Baca juga: KELEBIHAN MEMBELI ELEKTRONIK MURAH DENGAN HARGA SECOND

Tidak Ada Garansi

Salah satu jaminan bahwa sebuah alat elektronik dapat tahan lama dan berfungsi secara maksimal adalah adanya garansi. Biasanya, sebuah produsen alat elektronik akan memberikan jaminan berupa garansi pemakaian dalam jangka waktu tertentu, misalnya gratis servis selama setahun, bahkan tidak jarang pula produsen yang memberikan garansi mesin dalam kurun waktu tertentu, sehingga pembeli alat elektronik baru langsung dari tokonya tidak perlu khawatir jika alat elektronik yang dibelinya jika rusak, sebab ada jaminan untuk memperbaikinya secara gratis bahkan bisa diganti dengan yang baru. Hal ini tentu tidak akan berlaku jika membeli alat elektronik yang bekas pakai, selain masa garansinya sangat singkat, tidak jarang pula alat elektronik tersebut yang tidak dilengkapi dengan garansi, sehingga jika rusak pembeli akan rentan kecewa.

Durasi Pemakaian Tidak Bisa Diukur

Salah satu alasan yang sering dikemukakan oleh orang yang menjual barang elektronik bekas biasanya adalah “Baru dipakai berapa bulan”, atau dapat dikatakan masih tergolong baru dari segi tahun pembelian. Padahal, ukuran pemakaian alat elektronik bukan hanya tanggal pembelian, melainkan durasi pemakaiannya. Alat elektronik lebih dahulu dibeli belum tentu memiliki durasi pemakaian yang lebih banyak dibandingkan dengan alat elektronik yang baru dibeli. Salah satu ukuran daya tahan alat elektronik justru bukan tahun pembeliannya, melainkan durasi pakainya, yaitu berapa lama (jam) alat elektronik tersebut dinyalakan. Hal itu tentu tidak dapat diukur. Sehingga calon pembeli tidak dapat mengetahui kondisi sebenarnya dari mesin atau spare part alat elektronik tersebut.

Tidak Ada Jaminan Mesin Masih Asli

Banyak sekali penjual alat elektronik bekas yang nakal dengan mengganti mesin sebuah alat elektronik dengan mesin lain yang kualitasnya lebih rendah dan lebih murah. Merngutak-atik mesin bagian dalam alat elektronik adalah hal yang lumrah dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Dengan demikian, membeli alat elektronik second tidak ada jaminan bahwa mesinnya masih asli, sebab pembeli yang umumnya tidak akan melihat ke bagian mesin tidak akan tahu apakah mesin alat elektronik itu asli atau sudah diganti dengan mesin lain.

 

Scroll to top