Alasan Mengapa Sebaiknya Tidak Membeli Elektronik Bekas

Keberadaan barang elektronik seakan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi orang Indonesia. Hampir setiap rumah tangga di Indonesia memiliki barang elektronik, entah itu televisi, kulkas, magic jar, dan berbagai alat elektronik lainnya. Ketergantungan orang Indonesia akan keberadaan alat elektronik sudah sedemikian besar. Orang Indonesia rela melakukan kredit alat elektronik demi menikmati manfaat dari alat elektronik rumah tangga. Bahkan, tidak sedikit pula yang rela membeli alat elektronik bekas demi memenuhi kebutuhan atau keinginannya untuk memiliki alat elektronik tertentu. Padahal, alat elektronik yang bekas pakai sebenarnya rentan rusak. Membeli alat elektronik yang bekas pakai sangat tidak dianjurkan dengan berbagai alasan. Berikut ini adalah alasan mengapa sebaiknya membeli alat elektronik yang baru saja, jangan membeli yang bekas.

Baca juga: KELEBIHAN MEMBELI ELEKTRONIK MURAH DENGAN HARGA SECOND

Tidak Ada Garansi

Salah satu jaminan bahwa sebuah alat elektronik dapat tahan lama dan berfungsi secara maksimal adalah adanya garansi. Biasanya, sebuah produsen alat elektronik akan memberikan jaminan berupa garansi pemakaian dalam jangka waktu tertentu, misalnya gratis servis selama setahun, bahkan tidak jarang pula produsen yang memberikan garansi mesin dalam kurun waktu tertentu, sehingga pembeli alat elektronik baru langsung dari tokonya tidak perlu khawatir jika alat elektronik yang dibelinya jika rusak, sebab ada jaminan untuk memperbaikinya secara gratis bahkan bisa diganti dengan yang baru. Hal ini tentu tidak akan berlaku jika membeli alat elektronik yang bekas pakai, selain masa garansinya sangat singkat, tidak jarang pula alat elektronik tersebut yang tidak dilengkapi dengan garansi, sehingga jika rusak pembeli akan rentan kecewa.

Durasi Pemakaian Tidak Bisa Diukur

Salah satu alasan yang sering dikemukakan oleh orang yang menjual barang elektronik bekas biasanya adalah “Baru dipakai berapa bulan”, atau dapat dikatakan masih tergolong baru dari segi tahun pembelian. Padahal, ukuran pemakaian alat elektronik bukan hanya tanggal pembelian, melainkan durasi pemakaiannya. Alat elektronik lebih dahulu dibeli belum tentu memiliki durasi pemakaian yang lebih banyak dibandingkan dengan alat elektronik yang baru dibeli. Salah satu ukuran daya tahan alat elektronik justru bukan tahun pembeliannya, melainkan durasi pakainya, yaitu berapa lama (jam) alat elektronik tersebut dinyalakan. Hal itu tentu tidak dapat diukur. Sehingga calon pembeli tidak dapat mengetahui kondisi sebenarnya dari mesin atau spare part alat elektronik tersebut.

Tidak Ada Jaminan Mesin Masih Asli

Banyak sekali penjual alat elektronik bekas yang nakal dengan mengganti mesin sebuah alat elektronik dengan mesin lain yang kualitasnya lebih rendah dan lebih murah. Merngutak-atik mesin bagian dalam alat elektronik adalah hal yang lumrah dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Dengan demikian, membeli alat elektronik second tidak ada jaminan bahwa mesinnya masih asli, sebab pembeli yang umumnya tidak akan melihat ke bagian mesin tidak akan tahu apakah mesin alat elektronik itu asli atau sudah diganti dengan mesin lain.

 

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *